KONUT.RagamTerkini.com,– Wakil Bupati (Wabup) Konawe Utara (Konut), H. Abuhaera, bersama sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turun langsung ke Site PT Makmur Lestari Primatama (MLP) di Desa Lameruru, Kecamatan Langgikima, Senin (26/8/2025).
Kunjungan ini dilakukan menyusul adanya laporan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak oleh PT Indos Cakra Mandiri (ICM), vendor penyedia tenaga kerja di bawah PT Putra Perkasa Abadi (PPA) di Site PT MLP.
Pertemuan berlangsung sekitar empat jam tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, antara lain Asisten Setda Konut, Kapolsek Wiwirano, Kepala Dinas Nakertrans, Kepala DLH, Kadisdukcapil, Kepala Dinas Perhubungan, Camat Langgikima, serta pihak perusahaan.
Dalam konferensi persnya, Abuhaera menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah, bertujuan untuk mengklarifikasi sekaligus mencari solusi agar persoalan tidak melebar.
“Baik perusahaan maupun karyawan harus diberi ruang yang sama. Pemerintah daerah hadir sesuai instruksi Bupati, memfasilitasi setiap persoalan yang muncul di perusahaan,” tegasnya.
Abuhaera menambahkan, dari hasil pertemuan, pihak perusahaan telah mengakui adanya kekurangan dalam sistem manajemen dan berkomitmen untuk melakukan perbaikan.
Ia juga ingin perusahaan di Konut menciptakan iklim investasi yang sehat, memberikan kesempatan kerja bagi tenaga lokal, dan tetap berkontribusi pada daerah melalui pajak serta Dana Bagi Hasil (DBH).
“Dengan DBH inilah pembangunan di Konut berjalan sesuai program Presiden Prabowo, mulai dari ketahanan pangan hingga infrastruktur,” jelasnya.
Pemerintah daerah, lanjut Wabup, akan terus menjaga komunikasi dengan perusahaan demi menghindari konflik serupa di kemudian hari.
Sementara itu, Direktur Operasional PT MLP, Ganjar, menyambut baik koreksi dan arahan dari pemerintah daerah. Ia berjanji akan meninjau ulang kasus PHK tersebut dan memperbaiki sistem rekrutmen tenaga kerja, khususnya untuk pekerja lokal.
“Kami berterima kasih atas masukan dari Wakil Bupati. Rekrutmen tenaga kerja lokal akan tetap merujuk pada rekomendasi desa dan sepengetahuan pihak kecamatan. Semua kekurangan akan kami perbaiki agar ke depan lebih baik lagi,” ujar Ganjar.
Ganjar juga mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang dinilainya bijak dalam menyikapi persoalan ini. “Hadirnya Pemda sangat membantu kami, sekaligus menjadi pengingat agar perusahaan tetap berjalan sesuai aturan dan harapan masyarakat,” tandasnya.
Haris