RagamTerkini.com,– Dalam upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), personel Polsek Wiwirano melaksanakan kegiatan Minggu Kasih sekaligus kunjungan rumah ibadah di Gereja Musafir, Kelurahan Langgikima, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program prioritas Kapolri “Polisi Bersama Masyarakat”, sekaligus menjadi wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada umat Kristiani yang sedang melaksanakan ibadah.
Pelaksanaan kegiatan ini juga mengacu pada Surat Perintah Kapolres Konawe Utara Nomor: Sprin/881/X/PAM.3.3./2026 tanggal 16 Oktober 2026 tentang pelaksanaan kegiatan Minggu Kasih di wilayah hukum Polres Konawe Utara.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolsubsektor Langgikima bersama Bhabinkamtibmas Polsek Wiwirano hadir untuk menjalin silaturahmi dengan pengurus gereja, tokoh agama, serta jemaat yang diperkirakan berjumlah sekitar 100 orang.
Kehadiran personel kepolisian disambut hangat oleh pengurus Gereja Musafir. Selain melaksanakan pengamanan jalannya ibadah, personel juga mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai untuk memastikan seluruh aktivitas berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Usai ibadah, personel Polsek Wiwirano diberikan kesempatan untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas sekaligus membuka ruang dialog bersama tokoh agama dan jemaat. Melalui komunikasi langsung tersebut, masyarakat dapat menyampaikan aspirasi, masukan, serta berbagai persoalan keamanan yang menjadi perhatian bersama.
Pendeta Yunisia Apresiasi Kehadiran Polri
Pendeta Yunisia Pamphlet, S.Th., selaku tokoh agama sekaligus pengurus Gereja Musafir, menyampaikan apresiasi atas kehadiran personel Polsek Wiwirano yang telah memberikan pengamanan serta menjalin komunikasi dengan jemaat.
Dalam penyampaian khotbahnya yang mengangkat tema “Iman yang Membaharui Hidup”, Pendeta Yunisia menekankan bahwa iman yang sejati harus tercermin melalui perilaku sehari-hari, seperti bersikap jujur, berbuat baik, saling mengasihi, dan menjaga hubungan harmonis dengan sesama.
Nilai-nilai tersebut, menurutnya, juga penting diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam membangun hubungan yang baik antara masyarakat dan aparat keamanan demi terciptanya lingkungan yang damai dan harmonis.
Ia berharap kehadiran Polri di tengah jemaat tidak hanya dilakukan pada saat kegiatan keagamaan, tetapi juga terus berlanjut melalui upaya menjaga keamanan lingkungan dan membangun kedekatan dengan masyarakat.
Jemaat Minta Patroli Malam Ditingkatkan
Dalam sesi dialog, Pendeta Yunisia turut menyampaikan sejumlah masukan terkait kondisi keamanan di wilayah Kecamatan Langgikima. Salah satu harapan yang disampaikan adalah peningkatan patroli kepolisian, khususnya pada malam hari, guna mengantisipasi potensi tindak pencurian maupun gangguan kamtibmas lainnya.
Selain persoalan keamanan lingkungan, ia juga berharap kepolisian dapat terus memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai bahaya perundungan (bullying) dan penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, pembinaan terhadap generasi muda perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kerja sama antara kepolisian, tokoh agama, keluarga, dan masyarakat agar para pemuda dapat terhindar dari perilaku negatif yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Masukan tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan Minggu Kasih, karena program ini tidak hanya berorientasi pada pengamanan kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana bagi Polri untuk mendengarkan langsung kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
Polri Siapkan Tindak Lanjut Masukan Jemaat
Menanggapi aspirasi tersebut, personel Polsek Wiwirano menyampaikan terima kasih atas masukan yang diberikan serta mengapresiasi partisipasi jemaat dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.
Dalam kesempatan itu, personel juga menyampaikan imbauan kamtibmas, termasuk pentingnya menjauhi narkoba, mencegah perundungan, menjaga kerukunan antarwarga, serta menggunakan media sosial secara bijak dengan tidak menyebarkan berita bohong atau hoaks.
Sebagai tindak lanjut, Bhabinkamtibmas setempat akan berkoordinasi dengan unit terkait, termasuk fungsi Samapta dan patroli, untuk mengagendakan patroli dialogis tambahan di sekitar gereja dan kawasan permukiman warga, khususnya pada malam hari.
Selain itu, penyuluhan mengenai bahaya narkoba bagi generasi muda, termasuk pemuda gereja, juga akan diagendakan pada kesempatan berikutnya sebagai bagian dari upaya pencegahan dini.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan serta membangun lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.
Melalui kegiatan Minggu Kasih, Polsek Wiwirano terus mendorong terciptanya komunikasi dua arah antara Polri dan masyarakat. Dengan demikian, berbagai persoalan kamtibmas dapat diketahui lebih awal dan ditangani melalui koordinasi serta kerja sama yang baik.
Seluruh rangkaian kegiatan di Gereja Musafir Kelurahan Langgikima berlangsung aman, tertib, lancar, dan penuh suasana kekeluargaan.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, serta memperkuat komitmen bersama untuk menjaga toleransi antarumat beragama dan memelihara keamanan di wilayah Kabupaten Konawe Utara.
Haris






